Berbakti dengan Ilmu

"Dalam meraih keberhasilan akan penuh dengan tantangan"

August 24, 2021

KESPEKATAN POLA PENGASUHAN POSITIF

 Identifikasi Masalah

Mengingat usia anak kami Arkhan Ahmad (15 Mei 2019) pada saat ini baru berumur 6 bulan lebih, permasalahan yang sering kami hadapi adalah anak kami ini sering muntah bila diberikan susu, sehingga berakibat pada peningkatan berat badan yang melambat dari pertumbuhan perkembangan anak seusianya.

Prioritas Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas yang menjadi prioritas masalah adalah pada pemberian susu yang perlu pengontrolan dan pembersihan wadah susu yang steril, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman pada anak.

Poin Kesepakatan dalam pemecahan masalah

melihat masalah dan prioritas masalah diatas, maka kami bersepakat untuk melakukan beberapa hal dalam mengatasi masalah tersebut, diataranya:

Tidak melakukan pergantian susu, sebelum melakukan konsultasi;

Bila melakukan pergantian susu harus memperhatikan aspek nutrisi dan kebutuhan sesuai perkembangan anak seusianya, serta kehalalannya;

Melakukan pembersihan wadah susu yang telah dipakai (cukup sekali pakai) dengan dimasak setelah dicuci; 

Tidak memberikan susu yang telah dibuat lebih dari satu jam setengah.

Demikian kesepakatan ini dibuat untuk dilaksanakan sebagaimana mestinya, dibuat di Mataram pada hari Selasa tanggal dua puluh enam tahun dua ribu sembilan belas.

Yang membuat kesepakatan,

Isteri

 

 

 

 

 

 

Suami

 

 

 

 

 

 

 

PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIR

Pengertian

Pengambilan keputusan karir merupakan sebuah proses dalam memilih sebuah pekerjaan (Zunker, 1994). Sedangkan menurut Brown dan Brooks (dalam Rowland, 2004) mendefinisikan pengambilan keputusan karir sebagai sebuah proses pemikiran seseorang dalam mengintegrasikan atau menggabungkan pengatahuan tentang dirinya dengan pengetahuan suatu pekerjaan untuk membuat pilihan berkaitan dengan karir.

Pengambilan keputusan karir menurut Hartono (2016) adalah suatu proses dinamis dan berkelanjutan untuk membuat pilihan karir dari beberapa alternatif pilihan karir yang ada dimasyarakat, berdasarkan hasil pemahaman diri (self-knowledge) dan pemahaman karir (occupational knowledge). Setiap manusia pada dasarnya menginginkan kesejahteraan hidup. Untuk mencapai keinginan itu, dibutuhkan persiapan karir yang memadai, diantaranya daam hal pengambilan keputusan karir, sehingga karir yang dipilihnya merupakan keputusan tepat bagi dirinya. Ketepatan pengambilan keputusan karir didasarkan pada kesesuaian antara apa yang dimiliki dan apa yang diinginkan Sharf (dalam Hartono, 2016).

Sukardi (1993) menyatakan bahwa pengambilan keputusan karir merupakan   suatu   proses   dimana seseorang mengadakan   suatu   seleksi terhadap beberapa pilihan dalam rencana masa depan. Sejalan dengan pendapat dari Munandir (1996) menyatakan bahwa keputusan karir yang dimaksud adalah keputusan yang diambil secara arif dan penuh telaah serta penuh pertimbangan. Pengambilan keputusan seperti ini mutlak demi keberhasilan dalam hidupnya kelak dengan karir yang dipilihnya tersebut.

Pengambilan keputusan karir menurut Conger adalah usaha menemukan dan melakukan pilihan diantara berbagai kemungkinan yang timbul dalam proses pemilihan karir. Tolbert (dalam Manrihu, 1992 berpendapat pengambilan keputusan karir adalah suatu proses sistematik dimana berbagai data digunakan dan dianalisis atas dasar prosedur-prosedur yang eksplisit, dan hasil-hasilnya dievaluasi sesuai dengan yang diinginkan. Sedangkan Hollands menyatakan pengambilan keputusan berdasarkan asumsi mengenai pilihan karier yang diekspresikan atau diungkapkan melalui kepribadian seseorang; pilihan pekerjaan merupakan penggambaran ekspresi seseorang yang terlihat pada motivasi, pengetahuan, kepribadian dan kemampuan.

Mitchell & Krumboltz (1987) mengatakan bahwa seseorang mengambil keputusan karir karena ia terlibat dalam berbagai perilaku yang mengarah kesuatu karir. Beberapa perilaku-perilaku pengambilan keputusan karir antara lain bersekolah, serta memasuki program pelatihan, melamar pekerjaan, meningkatkan pekerjaan, perubahan jabatan atau memasuki pekerjaan baru.

Teori pengambilan keputusan karir menurut Tiedeman dan OHara (dalam Manrihu, 1992) menyatakan bahwa identitas karir individu terbentuk oleh pengambilan keputusan yang menjadi sasaran pemahaman dan kehendak individu. Pengambilan keputusan merupakan upaya untuk membantu individu untuk menyadari semua faktor yang melekat pada pengambilan keputusan sehingga mereka mampu membuat pilhan-pilihan yang didasarkan pada pengetahuan tentang diri dan informasi lingkungan yang sesuai.

Pengambilan keputusan karir adalah suatu proses seleksi atau pemilihan dari beberapa alternatif pilihan karir yang ada, berdasarkan hasil pemahaman diri dan pemahaman karir serta perilaku pengambilan keputusan karir meliputi kersekolah, serta memasuki program pelatihan, melamar pekerjaan, meningkatkan pekerjaan, perubahan jabatan dan memasuki pekerjaan baru.

Aspek Pengambilan Keputusan Karir

Esensi dari sebuah pengambilan keputusan adalah proses penentuan pilihan (Sharf,  1992).  Secara alami,  manusia akan diperhadapkan kepada berbagai pilihan dan secara alami juga ia dilatih mengambil keputusan dari pilihan-pilihan  hidup  yang  dialaminya.  Oleh karena  itu sesungguhnya manusia akan terus menerus menentukan pilihan hidup dari waktu  ke  waktu  sampai  akhir kehidupan.  Proses  inilah  yang  disebut dengan pengambilan keputusan (Sharf, 1992). Jadi, esensi dari sebuah pengambilan keputusan adalah proses penentuan pilhan. Hanya saja pada kenyataannya ada individu yang mampu dengan   tepat   mengambil keputusan ada juga yang tidak mampu. Berdasarkan uraian tersebut bahwa pengambilan keputusan karir adalah proses penentuan pilihan karir. Mengantisipasi sebuah pilihan merupakan proses mengarahkan individu pada suatu pilihan  yang tepat.  David  V.  Tiedeman (Sharf,  1992) mengemukakan bahwa keputusan untuk memilih pekerjaan, jabatan atau karir tertentu merupakan suatu rentetan akibat dari keputusan-keputusan yang dibuat individu pada tahap-tahap kehidupannya di masa lalu. Tiedeman dan OHara (Sharf, 1992) membagi antisipasi dalam membuat keputusan karir menjadi empat proses, yaitu eksplorasi, kristalisasi, pemilihan, dan klarifikasi. Tiedeman menegaskan bahwa tahapan tersebut sebagai panduan dalam mengantisipasi suatu keputusan.

Eksplorasi. Eksplorasi yang dimaksud adalah penjelajahan terhadap kemungkinan alternatif keputusan yang akan diambil. Melalui eksplorasi ini, individu mengetahui dengan jelas konsekuensi apa yang akan dialami jika mengambil keputusannya tersebut.

Kristalisasi. Tiedeman dan OHara (Sharf, 1992) berasumsi bahwa kristalisasi merupakan sebuah stabilisasi dari representasi berpikir. Pada tahap ini, pemikiran dan perasaan  mulai terpadu dan teratur. Keyakinan atas pilihan yang akan diambil menguat.

Pemilihan. Samahalnya dengan perkembangan  kristalisasi, proses pemilihan pun terjadi. Masalah-masalah individu berorientasi kepada tujuan yang relevan, yaitu individu mulai mengorganisir dalam melengkapi dan menyesuaikan terhadap berbagai pilihan karir masa depan. Sehingga pada tahap ini individu percaya atas pilihannya.

Klarifikasi. Ketika seorang induvidu membuat keputusan lalu melakukannya,  mungkin dalam perjalanannya ada yang lancar mungkin ada yang mempertanyakan kembali karena kebingungan. Pada saat individu mengalami kebingungan, seharusnya individu tersebut melakukan eksplorasi kembali, kristalisasi, lalu melakukan pemilihan alternative kembali dan seterusnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi Pengambilan keputusan karir

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi Pengambilan keputusan karir siswa yaitu faktor dari dalam diri siswa dan faktor dari luar. Berdasarkan menurut Fathurrahman dan Sulistyorini (2012) faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan karir siswa dari dalam diri diantaranya adalah:

Faktor jasmaniah. Faktor jasmani adalah berkaitan dengan kondisi pada organ- organ tubuh manusia yang berpengaruh pada kesehatan manusia. Siswa yang memiliki kelainan, seperti cacat tubuh, kelainan fungsi kelenjar tubuh yang membawa kelainan tingkah laku dan kelainan pada indra, terutama indra penglihatan dan pendengaran akan sulit menyerap informasi yang diberikan guru dalam kelas.

Faktor psikologis. Faktor  psikologi   yang   mempengaruhi   prestasi belajar adalah faktor  yang berasal dari sifat bawaan siswa dari lahir maupun dari apa yang telah diperoleh dari belajar. Adapun faktor-faktor psikologis itu adalah: Inteligensi atau kecerdasan, Kecerdasan adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. intelejensi adalah kecakapan yang terdiri dari tiga jenis yaitu kecakapan untuk menghadapi dan menyesuaikan kedalam sistuasi yang baru dengan cepat dan efektif, mengetahui dan menggunakan konsep-konsep yang abstrak secara efektif,mengetahui relasi dan mempelajarinya dengan cepat. Bakat. Bakat adalah kemampuan untuk belajar dan kemampuan akan terealisasi menjadi kecakapan yang nyata sesudah belajar dan berlatih. Dari pengertian diatas jelaslah, bahwa tumbuhnya keahlian tertentu pada seseorang sangat ditentukan oleh bakat yang dimilikinya. Minat. Minat adalah kecendrungan yang tetap untuk memperhatikan dan  mengenang beberapa kegiatan.  Minat  adalah  perasaan senang atau tidak senang terhadap suatu objek. Motivasi siswa, dalam pembelajaran motivasi adalah suatau yang menggerakkan atau mendorong siswa untuk belajar atau menguasai materi pelajaran yang sedang diikutinya. Sikap siswa, sikap adalah gejala internal yang berdimensi efektif berupa kecendrungan untuk mereaksi atau merespon dengan cara yang relatif tetap terhadap obyek orang, barang, dan sebagainya baik positif maupun negatif.

Faktor Internal. Faktor-faktor internal adalah  faktor yang  berasal dari dalam diri individu sendiri, faktor itu antara lain: 1). Nilai-nilai   kehidupan yaitu ideal-ideal yang dikerjakan oleh seseorang, dimana dan kapan pun juga. Sekali terbentuk, nilai-nilai ini memegang peranan yang penting dalam keseluruhan perilaku seseorang dan mempengaruhi seluruh harapan serta lingkup aspirasi dalam hidup, termasuk bidang pekerjaan yang dipilih dan ditekuni. 2). Taraf intelegensi yaitu taraf kemampuan untuk mencapai prestasi-prestasi yang dalamnya berpikir memegang peranan penting 3). Bakat khusus yaitu kemampuan yang menonjol disuatu bidang usaha kognitif, bidang keterampilan, atau bidang kesenian. 4).  Minat  yaitu  kecenderungan  yang agak  menetap  pada  seseorang untuk merasa tertarik pada suatu bidang tertentu dan merasa senang berkecimpung  dalam  berbagai  kegiatan  yang berkaitan  dengan bidang itu. 5). Sifat-sifat yaitu ciri-ciri kepribadian yang bersama-sama memberikan corak khas  pada seseorang, seperti  riang  gembira, ramah, halus, teliti, terbuka, fleksibel, ceroboh, dan banyak lagi. 6). Pengetahuan yaitu  informasi  yang  dimiliki tentang  bidang-bidang pekerjaan tentang diri sendiri. 7) Keadaan jasmani yaitu ciri-ciri fisik dimiliki seseorang seperti tinggi badan, tampan dan tidak tampan, ketajaman penglihatan jenis kelamin.

Faktor Eksternal. Sedangkan faktor dari luar, yang dapat mempengaruhi Pengambilan keputusan karir adalah: Faktor keluarga, Keluarga merupakan tempat pertamakali anak merasakan pendidikan, karena didalam keluargalah anak tumbuh   dan   berkembang   dengan   baik,   sehingga   secara langsung maupun tidak langsung keberadaan keluarga akan mempengaruhi keberhasilan belajar anak. Status sosial-ekonomi keluarga yaitu tingkat pendidikan orang tua, tinggi  rendahnya  pendapatan  orang  tua,  jabatan  ayah atau  ibu, daerah tempat tinggal dan suku bangsa.

Faktor sekolah, Sekolah  merupakan  lembaga  pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa, karena itu lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong untuk belajar yang lebih giat. Pendidikan pengaruh dari sekolah yaitu pandangan dan sikap yang dikomunikasikan  kepada  anak  didik  oleh  staf petugas  bimbingan tenaga pengajar mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam bekerja, tinggi  rendahnya status  sosial,  jabatan,  dan  kecocokan  jabatan tertentu untuk anak laki-laki atau perempuan.

Lingkungan masyarakat, Lingkungan masyarakat jugak merupakan salah satu faktor yang tidak sedikit mempengaruhi terhadap hasil belajar. Karena lingkungan alam sekitar sangat besar pengaruhnya terhadap perkembangan pribadi anak,sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan dimana anak itu berada.

DAFTAR PUSTAKA

Munandir. 1996. Program Bimbingan Karier Di Sekolah. Jakarta: Jalan Pintu Satu.

Sharf. 1992. Applying Career Development Theory of Counseling. California: Wadswort, inc.

Hariadi Ahmad dan Aluh Hartati. 2016. Panduan Pelatihan Self Advocacy Siswa SMP untuk Konselor Sekolah. LPP Mandala. Mataram

Zunker, V. G. 2006. Career counseling: a holistic approach. (L. Gebo, Ed.). Singapore: Thomson.